Anjing Sahabat Manusia

 

Anjing adalah salah satu hewan yang paling banyak jadi peliharaan manusia dan terkenal setia. Apakah kalian pernah berpikir, apa yang membuat anjing bisa jadi sahabat manusia?

Kedekatan pola perilaku anjing dengan manusia memang menjadikan anjing dapat jadi peliharaan, dilatih, diajak bermain, hingga diajak tinggal bersama kita. Perilaku anjing sebagai hewan sosial ini berbeda dengan serigala yang merupakan kerabat dekat dan leluhurnya. Serigala cenderung punya sifat liar, hidup menyendiri dan tidak bersahabat layaknya anjing.

Awalnya para ahli punya dugaan kuat bahwa domestikasi atau proses pengadopsian hewan liar ke dalam kehidupan sehari-hari yang dialami anjing dari serigala menjadikan anjing dapat bersahabat dengan manusia. Ternyata tidak sesederhana itu. Studi terbaru dari tingkat genetik mengungkapkan alasan yang lebih spesifik mengenai perilaku bersahabat anjing.

Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan hewan Monique Udell dari Oregon State University dan Bridgett von Hold menemukan bahwa terdapat kemiripan antara kromosom anjing dengan kromosom manusia yang memiliki sindrom Williams-Beuren. Sebuah kelainan genetik pada manusia karena hilangnya sebagian DNA pada kromosom 7. Secara psikologis penderita sindrom Williams-Beuren cenderung memiliki sikap hipersosial, mereka akan bersikap ramah, meski terhadap orang asing, dan memiliki empati yang terlewat tinggi.

DNA anjing memiliki daerah yang serupa dengan varian gen yang bertanggung jawab terhadap sindrom Williams-Beuren pada kromosomnya. Variasi genetik akibat penyisipan gen di daerah inilah yang menyebabkan perbedaan sikap hipersosial anjing. Jika penyisipan genetik lebih sedikit, anjing akan bertingkah layaknya serigala dan suka menyendiri. Sebaliknya, jika penyisipan genetik lebih banyak maka anjing akan cenderung mudah bergaul, ramah dan bersahabat dengan manusia.

Menariknya lagi, yang memengaruhi sikap hipersosial pada penderita sindrom Williams-Beuren pada manusia bukannya penyisipan genetik layaknya pada anjing, melainkan penghapusan genetik pada kromosom tujuh. Hal ini dapat diartikan bahwa variasi penghilangan sebagian DNA pada kromosom nomor tujuh penderita membuatnya setara atau mirip dengan variasi gen kromosom enam pada anjing.

Meski hasil peneliti ini masih harus terus dikaji lebih lanjut, namun temuan tersebut bisa menjadi salah satu referensi alasan perilaku sosial anjing yang  bersahabat dengan manusia.

sumber