Anjing, Sahabat Pengidap Diabetes

Istilah dog is a man’s best friend memang tepat. Tidak hanya dikenal sebagai binatang paling setia pada pemiliknya, anjing juga punya insting kuat serta kemampuan yang dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manusia.

Kemampuan anjing pun kini mulai dikembangkan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan. Saat ini, di Amerika Serikat, anjing banyak dilatih indra penciumannya untuk mengawasi kadar gula darah para pengidap diabetes.

Mark Ruefenacht, yang juga pengidap diabetes, merintis organisasi Dogs for Diabetics tiga tahun lalu setelah terinspirasi dari salah satu anak anjing miliknya.

Anjing tersebut membangunkannya di suatu malam, ketika ia lupa mengecek kadar gula darah sebelum tidur. Ia berpikir, saat itu ia mengalami semacam seizure atau kejang yang mengingatkan anak anjing tersebut.

Sejak itu, seluruh relawan dalam organisasi tersebut menempatkan 30 pelatih anjing di rumah-rumah pengidap diabetes tipe 1 di kawasan California Utara, AS. Permintaan akan anjing terlatih ini ternyata tinggi, lebih dari 100 orang kini tercatat dalam antrian.

Organisasi Dogs for Diabetics menggunakan anjing-anjing Labrador Retriever yang harus menjalani pelatihan 3-4 bulan.

”Seekor anjing berusia 2 tahun biasanya pertama kali diajari untuk mendeteksi contoh bau atau aroma kadar rendah gula darah. Lalu mereka diajarkan untuk  menemukan bau tersebut pada manusia, dan memberi peringatan kepada orang lain dengan cara mengigit sebuah pipa kecil yang menggantung di lehernya. Anjing-anjing yang sukses menyelesaikan pelatihan tersebut dinilai 90 persen akurat,” kata Ruefenacht.

 

sumber