Depresi Dapat Disembuhkan Dengan Memelihara Binatang

Anjing dikenal sebagai hewan peliharaan dengan penciuman yang sangat tajam dan intuitif.

Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan merupakan pekerjaan yang merepotkan. Mengurus kebutuhan binatang setiap harinya hanya akan dianggap sebagai penambah beban. Namun, penelitian kali ini mengungkapkan bahwa penderita depresi dapat disembuhkan dengan memelihara binatang.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Psychiatric Research, para peneliti mengungkapkan bahwa binatang peliharaan dapat membantu terapi pada penderita depresi. Bahkan, binatang peliharaan dapat membantu meringankan gejala depresi mayor yang resisten terhadap pengobatan.

Penelitian tersebut melibatkan 80 orang untuk dilakukan uji coba. Namun, hanya 33 yang bersedia untuk memelihara binatang sebagai uji coba terapi. Dari 33 orang tersebut, 18 orang diantaranya membawa pulang seekor anjing, 7 orang dengan dua anjing, dan 7 orang dengan satu kucing. Sedangkan dari 47 orang yang menolak, 33 diantaranya dipilih untuk melakukan terapi medis.

Dari penelitian yang dilakukan, setidaknya dibutuhkan waktu mencapai 12 minggu untuk melihat perubahan signifikan yang muncul di antara kedua kelompok. Hasilnya, 33 orang yang setuju untuk memelihara binatang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam gejala dan fungsi sosial mereka. Bahkan, sepertiga dari mereka dinyatakan bebas dari gejala gangguan mental.

Sementara itu, pasien yang melakukan terapi medis tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

“Salah satu alasan yang bisa menjelaskan studi kami adalah bahwa binatang peliharaan memaksa untuk melawan salah satu gejala utama depresi, yaitu anhedonia,” kata salah satu penulis.

Anhedonia dikenal sebagai ketidakmampuan untuk menemukan kebahagiaan dari kegiatan yang biasanya dianggap menyenangkan. Orang yang mengalami gejala tersebut tidak dapat merasakan kesenangan pada kegiatan seperti olahraga, hobi, bahkan interaksi sosial.

Dengan memiliki binatang peliharaan, seseorang mau tidak mau harus masuk ke dalam kegiatan yang baru. Peliharaan akan membuat seseorang melakukan interaksi sosial, aktivitas baru, dan banyak menjelajah ke luar ruangan.

Meskipun penelitian tersebut menunjukkan demikian, bukan berarti memiliki binatang peliharaan menjadi pengobatan utama dalam penanganan gangguan depresi. Para ahli tetap menyarankan supaya penderita tetap disertai dengan pengobatan konvensional.

sumber