Penyakit Mematikan Pada Anjing Yang Harus Diwaspadai

foto: www.safebee.com/family/when-take-sick-pet-vet

Anjing adalah hewan peliharaan yang setia dan manja. Mereka suka mengikutimu ke mana-mana dan selalu menunggumu pulang. Sebagian orang, bahkan menganggap mereka jadi bagian dari anggota keluarga.

Itu sebabnya kesehatan anjing harus kamu perhatikan dengan baik. Terlebih lagi, ada banyak penyakit mematikan yang mengancam anjing. Jika disepelekan, bisa berakibat fatal, lho. Berikut daftarnya.

1. Canine Distemper

Canine distemper, penyakit dengan gejala mata berair, demam, demam, batuk, muntah, dan lumpuh. Canine distemper disebut juga dengan hardpad karena mengeraskan hidung dan kaki anjing. Penyakit ini berasal dari virus yang sangat menular melalui paparan udara atau mangkuk makanan bersama. Semua anjing berisiko tertular penyakit ini, terutama anak anjing dan anjing dengan kondisi kesehatan yang buruk.

2. Canine Parvovirus

Canine parvovirus, penyakit dengan gejala demam, lesu, muntah, diare, dehidrasi, dan penurunan berat badan. Canine parvovirus atau sering disingkat parvo adalah virus yang sangat menular. Virus ini menginfeksi anjing yang bersentuhan dengan kotoran anjing lain yang sakit. Sayangnya, parvo mudah menyebar tetapi sulit diberantas, terutama setelah menyerang organ internal anjing.

3. Cacing Jantung

Cacing jantung, penyakit dengan gejala lesu, batuk, masalah pernapasan, penyakit jantung, dan penurunan berat badan. Cacing jantung atau heartworms adalah parasit yang hidup di jantung anjingmu. Hal tersebut berakibat fatal pada jantung, pembuluh darah, dan paru-paru jika sudah terinfeksi.

4. Rabies

Rabies, penyakit dengan gejala demam, nyeri, kesemutan, dan hiperaktif. Rabies disebabkan oleh virus rabies melalui gigitan atau air liur hewan yang terinfeksi. Akibatnya sangat fatal dan bisa menular pada manusia. Salah satu cara mencegah pencegahan penyakit ini dengan cara vaksinasi.

5. Penyakit Lyme

Penyakit Lyme, penyakit dengan gejala nyeri, kehilangan nafsu makan, demam, dan pincang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari gigitan kutu. Bakteri ini nantinya akan masuk ke aliran darah dan menyebar ke persendian. Jika gak diobati, penyakit Lyme bisa berakibat fatal. Penyakit ini bisa diobati dengan antibiotik dan dicegah dengan vaksinasi.

6. Batuk Kennel (Kennel Cough)

Batuk Kennel, penyakit dengan gejala batuk berat, tersedak, dan lesu. Penyakit ini menginfeksi saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan dan iritasi. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat melalui interaksi jarak dekat dengan anjing yang terinfeksi, seperti tempat penampungan, taman anjing, dan kandang. Semua anjing berisiko terinfeksi, terutama anak anjing, anjing tua, dan anjing yang gak divaksinasi.

7. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit dengan gejala demam, nyeri otot, lesu, dehidrasi, muntah, dan sakit kuning. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira melalui kontak langsung dengan anjing yang sakit. Dilansir dari The American Veterinary Medical Foundation (AVMA), anjing juga bisa tertular lewat urine, makanan yang terkontaminasi urine, tempat tidur, atau gigitan hewan yang sakit.

8. Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal, penyakit dengan gejala penurunan berat badan, peningkatan buang air kecil dan haus, kehilangan nafsu makan, dan muntah. Menurut Dr. Roberta Relford dari IDEXX Laboratories, satu dari sepuluh anjing di dunia terserang penyakit ginjal. Ginjal sehat pada anjing sendiri berfungsi untuk menghilangkan limbah protein, menyeimbangkan air tubuh, garam, dan asam untuk menghasilkan urine berkualitas tinggi. Namun, seiring bertambahnya usia anjing, penyakit ginjal dapat mengganggu metabolisme tubuhnya tersebut.

9. Kanker

Semua jenis anjing beresiko mengidap penyakit kanker termasuk yang liar sekalipun. Kanker biasanya menyerang area kulit, tulang dan organ tubuh lain. Contoh penyakit kanker pada anjing adalah kanker darah, hemangiosarcoma, osteosarcoma, tumor sel tiang, melanoma, squamous-cell carcinoma, dan lainnya. Gejala umum kanker pada anjing adalah pembengkakan abnormal, nyeri atau sakit yang tidak kunjung sembuh, berat badan tubuh, kurang nafsu makan, bau anjing yang berbeda, cepat lelah, pincang, susah bernapas, buang air kecil dan besar tak normal.

10. Hepatitis

Hepatitis pada anjing disebabkan oleh virus ‘Canine Adeno Virus-1(CAV-1’) yang menyerang hati atau lever, ginjal dan dinding pembulu darah memalui urine, feses serta air liur. Hepatitis pada anjing bebeda dengan hepatitis pada manusia, hepatitis pada anjing hanya dapat menular pada anjing serta tidak menyebar pada manusia. Gejala yang di timbulkan berupa demam, tidak nafsu makan, lesu, muntah,berak darah, pencegahan pada penyakit ini bisa menggunakan vaksinasi yang sering di kombinasikan dengan vaksin distemper anjing.

Sebagian besar penyakit mematikan bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Sementara, jika kamu melihat gejala penyakit di atas, segera konsultasikan pada dokter hewan, ya. Itu agar anjingmu mendapatkan diagnosis yang tepat serta pengobatan terbaik.

Sumber:

https://www.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/penyakit-mematikan-pada-anjing/
https://qubicle.id/hobby/6-penyakit-berbahaya-yang-harus-diwaspadai-pada-anjing